Banten

Warga Jabodetabek Garuk Kepala: Tarif Busway Mau Naik, Angkot JakLingko Bakal Bayar Segini!

Abdurahman | 13 Juni 2026, 23:17 WIB
Warga Jabodetabek Garuk Kepala: Tarif Busway Mau Naik, Angkot JakLingko Bakal Bayar Segini!
Mikrotrans JakLingko penyesuaian tarif (dok Ist)

AKURAT BANTEN — Kabar kurang sedap kembali menghampiri jutaan warga pelaju (komuter) di Ibu Kota dan sekitarnya. Era transportasi publik super murah yang selama ini menjadi andalan tampaknya akan segera berakhir.

Siap-siap rogoh kocek lebih dalam, karena penyesuaian tarif layanan Transjakarta kini sudah di depan mata.

Bukan cuma bus besar, layanan Mikrotrans JakLingko yang selama ini dipuja-puja karena tarifnya Rp0 alias gratis, juga diusulkan untuk mulai dipungut biaya.

Sontak, rencana ini langsung membuat warga Jabodetabek garuk-garuk kepala.

Langkah tak populer ini mencuat setelah Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat intensif bersama PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengevaluasi beban subsidi.

Baca Juga: Kejutan Politik 2026: Jokowi Segera Pakai Jaket PSI, Grace Natalie Bocorkan Agenda Besar Keliling Indonesia!

Alasan di Balik Kebijakan: Subsidi Sudah 'Berdarah-darah'

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta beralasan, penyesuaian tarif ini sudah tidak bisa ditunda lagi.

Alasan utamanya adalah pembengkakan nilai subsidi transportasi publik yang bersumber dari APBD DKI Jakarta yang dinilai sudah terlalu berat.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta sekaligus Anggota Komisi B, M. Taufik Zoelkifli, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga keberlanjutan operasional armada di lapangan.

Kami sebenarnya setuju untuk menaikkan tarif karena memang tidak bisa terus-menerus Transjakarta ini disubsidi demikian besar oleh Pemda DKI Jakarta. Secara finansial kita juga kesulitan, ungkap M. Taufik Zoelkifli saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk

Bocoran Tarif Baru: Angkot JakLingko Tak Lagi Gratis!

Melihat kondisi di lapangan, DPRD DKI Jakarta mencoba mengambil jalan tengah agar kenaikan ini tidak langsung menghantam daya beli masyarakat secara ekstrem.

Jika sebelumnya sempat muncul wacana tarif flat Transjakarta dinaikkan menjadi Rp5.000, pihak legislatif mengusulkan angka yang lebih lunak.

Usulannya adalah menaikkan tarif Transjakarta sebesar Rp1.000 dari tarif lama yang sudah bertahan selama 21 tahun. Artinya, tarif busway akan berubah dari Rp3.500 menjadi Rp4.500.

Lalu, bagaimana dengan nasib angkot JakLingko yang biasa diandalkan warga untuk menyambung rute?

Bersiaplah, karena ke depan Anda harus mulai melakukan tap-in berbayar. Kenaikan diusulkan berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 rupiah.

JakLingko kan sekarang nol rupiah, mungkin itu kita jadikan bertarif, mungkin Rp500 atau Rp1.000, tergantung nanti bagaimana kajiannya. Kita lihat lagi Ability to Pay (kemampuan bayar) rakyat. Artinya tetap naik, tapi di angka yang tidak memberatkan, tambah Taufik.

Baca Juga: Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan

Tantangan Rute Baru Antarkota

Rencana utak-atik tarif ini juga dipicu oleh makin meluasnya rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk rute gemuk seperti Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov DKI menilai mempertahankan tarif Rp3.500 untuk rute jarak jauh antarkota sudah sangat tidak realistis secara hitungan bisnis.

Meskipun penyesuaian tarif ini masih dalam tahap kajian akhir, sinyal kuat sudah diberikan oleh pihak berwenang.

Bagi Anda para komuter setia yang setiap hari bergantung pada Transjakarta dan Mikrotrans, saatnya mengatur ulang pos anggaran transportasi harian Anda dari sekarang.

Bagaimana menurut Anda? Apakah tarif baru Rp4.500 dan JakLingko berbayar Rp500 ini masih ramah di kantong, atau justru bikin makin pusing? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman